Lantik Bupati Bekasi, KDM Titip Perbaikan Pelayanan Kesehatan, Pendidikan dan Perbaikan Infrastruktur

Lantik Bupati Bekasi, KDM Titip Perbaikan Pelayanan Kesehatan, Pendidikan dan Perbaikan Infrastruktur

KOTA BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melantik Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi definitif di Bale Gede Gedung Pakuan Kota Bandung, Jumat (23/10/2026).

Ia menggantikan Bupati Bekasi sebelumnya, Ade Kuswara Kunang, yang diberhentikan. Asep melanjutkan sisa masa jabatan Ade periode 2025–2030 hingga 20 Februari 2030.

Dalam sambutannya KDM - sapaan akrab gubernur - menekankan pentingnya percepatan perbaikan layanan dasar, khususnya kesehatan dan pendidikan, serta pembenahan estetika wilayah Kabupaten Bekasi.

Gubernur meminta Pemkab Bekasi segera memperkuat layanan kesehatan hingga ke tingkat rumah tangga. Salah satu gagasannya adalah penempatan dokter kontrak di setiap desa dan kawasan perumahan.

“Puskesmas harus lebih baik, RSUD harus lebih baik. Ke depan sudah selayaknya ada dokter keluarga. Tugasnya setiap hari menyambangi warga yang sakit. Orang miskin harus merasakan pengobatan seperti orang kaya yang punya dokter pribadi. Kalau warga sakit dijemput ambulans itu biasa. Tapi kalau dokter yang datang ke rumah, itu luar biasa,” tegas gubernur.

Gubernur meminta bupati untuk memfokuskan anggaran kesehatan agar layanan benar-benar menyentuh warga paling rentan. Demikian juga dengan pendidikan bagi warganya.

“Bagaimana agar warga Bekasi asli, yang lahir di sini, besar di sini, kakek neneknya di sini, bisa berubah nasibnya? Tidak ada jalan lain kecuali pendidikan. Mereka harus sekolah gratis sampai perguruan tinggi,” kata gubernur.

Ia juga mengingatkan Pemkab Bekasi yang memiliki kemampuan fiskal yang kuat untuk memaksimalkan belanja daerah bagi kebutuhan warganya. Jangan sampai tersisa dana yang gagal dimanfaatkan. Menurut gubernur, kas daerah masih tersisa sekitar Rp1 triliun dan SILPA mencapai Rp1,8 triliun.

“Bekasi itu rajanya duit. Uang dari masyarakat ditagih, harus cepat kembali ke rakyat. Jangan disimpan. Belanjakan untuk jalan yang bagus, sekolah yang bagus, dan puskesmas terbaik,” ujarnya.

Gubernur juga menyoroti masih banyaknya persoalan kebersihan dan kerapian kota. Sungai masih dipenuhi sampah dan rumput liar. Fasilitas umum di pasar juga belum tertata.

“Bekasi duitnya banyak, tapi daerahnya belum rapi. Akibatnya warga Bekasi kalau weekend larinya ke Ciater, Pangandaran. Sekarang di bawah kepemimpinan dokter Asep, Bekasi harus kinclong,” kata gubernur.

Untuk itu, ia memerintahkan para camat dan kepala desa diberi target kinerja yang jelas terkait kebersihan dan penataan wilayah.

“Kalau wilayahnya tidak bersih, evaluasi tunjangannya. Kalau Kadis tidak bisa bekerja, buat pakta integritas. Pemimpin harus tegas untuk merubah,” tegasnya.

Gubernur juga mendorong perubahan gaya kerja birokrasi. Bupati diminta untuk lebih banyak turun ke lapangan dibanding berada di kantor.

“Bupati jangan jadi bupati kantoran. Harus jadi bupati selokan, bupati trotoar, bupati sawah, bupati pabrik. Masuk ke gang-gang, cek pelayanan kelurahan. Pulang malam tidak apa-apa, yang penting kerja untuk rakyat karena bupati hari ini milik rakyat Bekasi,” pungkasnya.

Di akhir arahan, Gubernur menyatakan keyakinannya kepada kepemimpinan bupati yang baru dilantik. “Saya yakin dokter Asep akan bekerja dengan benar dan tidak takut pada tekanan manapun, karena bekerja untuk kepentingan rakyat,” ucapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimda Kabupaten Bekasi, para Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, dan tokoh masyarakat.


HUMAS JABAR
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat
Adi Komar