Pemprov Jabar Komitmen Kampanyekan Sadar Risiko Penyakit Jantung
KOTA BANDUNG - Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan berkomitmen akan terus mengkampanyekan sadar risiko penyakit jantung kepada masyarakat di wilayahnya.
Erwan beralasan, banyak masyarakat merasa sehat karena tidak adanya gejala. Namun, setelah cek kesehatan ternyata terdeteksi penyakit jantung.
"Kami akan jadikan Jabar sebagai provinsi sadar kesehatan, sadar risiko penyakit jantung. Kami siap kolaborasi untuk terus mengkampanyekan," ujarnya ditemui saat pengukuhan pengurus Yayasan Jantung Indonesia Cabang Provinsi Jawa Barat masa bakti 2026-2031, di aula kantor Dinas Kesehatan Jabar, Sabtu (5/9/2026).
Erwan mengungkapkan, pemerintah telah memperkuat upaya deteksi dini melalui cek kesehatan gratis. Hingga Juli 2026, dari 60 juta warga yang mengikuti cek kesehatan ditemukan sekitar 1 juta kasus baru penyakit jantung. Mereka yang terdeteksi penyakit jantung itu sebelumnya mengira dirinya sehat.
"Kalau tidak ada dekteksi dini gimana jadinya. Jadi yang merasa sehat belum tentu benar-benar sehat," ucap Erwan.
Ia melanjutkan, cara agar masyarakat sadar terhadap risiko penyakit jantung yakni harus membangun budaya hidup sehat. Untuk itu pihaknya akan berkolaborasi dengan Yayasan Jantung Indonesia mengkampanyekan bagaimana menjaga jantung tetap sehat dengan membangun budaya hidup sehat.
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri kita butuh salah satunya Yayasan Jantung Indonesia untuk membangun budaya hidup sehat di Jawa Barat," tutur Erwan.
Adapun pengurus Yayasan Jantung Indonesia Cabang Provinsi Jabar saat ini diketuai oleh Komar Hanifi setelah dikukuhkan oleh ketua umum Yayasan Jantung Indonesia pusat Annisa Pohan Yudhoyono.
"Semoga Yayasan Jantung Indonesia Jabar di kepengurusan yang sekarang terus berkontribusi menekan resiko penyakit jantung dan membangun budaya hidup sehat di Jabar," pungkas Erwan.
HUMAS JABAR
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat
Adi Komar